Title : 귀를
기울이면
(Love Whisper)
Author
:
Dhea Oktavina Noviyanti (Wattpad @dheaoktavina)
Length : Oneshoot
Genre
:
Romance? Maybe wkwkwk
Main
Cast :
- · Min Yoon Gi (Suga BTS)
- · Oh Yeon Joo
- · Oh Sehun
- · Lee Hong Joo
- · Shin Eun Ra
Disclaimer
:
Cerita ini merupakan bentuk dari imajinasi saya sendiri. Jika terdapat
kemiripan pada nama tokoh, tempat, ataupun jalan cerita, hal itu merupakan
unsur ketidaksengajaan. Dilarang keras untuk mengcopy atau merepost cerita ini
tanpa seizin saya. Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan, karena
sejatinya saya hanyalah manusia biasa.
Please leave comment after reading. Thank you so much and happy reading guys…
*****
Memasuki musim semi, bunga-bunga sakura disekitar kota
Changwon di wilayah Jinhae mulai bermekaran. Dengan langkah yang begitu pelan
Yeon Joo benar-benar menikmati pemandangan disekelilingnya. Ia baru saja
menyelesaikan tugasnya untuk mengambil gambar Festival Gunhangjae Jinhae, yang
baru saja berakhir beberapa menit yang lalu.
“Saranghae,
aku janji akan selalu berada disampingmu”
“Will
you marry me?”
“Tolonglah
untuk selalu bersamaku selamanya”
“Maukah
kau menjadi ibu dari anak-anakku?”
“Aku
sangat menyayangimu”
Belum puas Yeon joo menikmati
pemandangan disekelilingnya, tiba-tiba saja suara-suara bisikan yang sangat
menyebalkan itu mengganggunya.
“Aish! Benar-benar mengganggu.
Kenapa banyak sekali cinta sejati disini?” Yeon Joo bergumam kesal.
Tanpa mau berlama-lama lagi,
akhirnya Yeon Joo melangkahkan kakinya dengan cepat untuk segera menjauh dari
kota Jinhae, sembari memasang earphone dengan suara yang begitu kencangnya.
*****
Selesai masukkan password pintu
rumahnya, Yeon Joo melangkah masuk dan mengganti sepatu yang digunakannya tadi
dengan sandal rumahan. Dengan malas, Yeon Joo melangkah naik menuju tangga
kamarnya yang berada dilantai dua untuk beristirahat sejenak dan menyimpan tas
serta kamera yang selalu ia bawa setiap hari.
Sedangkan Hong Joo, ibu Yeon Joo.
Yang sedang mempersiapkan makan malam di meja makan, hanya menggelengkan kepala
melihat anak sulungnya seperti itu. Ia tahu bahwa Yeon Joo pasti lelah dengan
keistimewaan yang dimilikinya saat ini, akan tetapi ia yakin keistimewaan yang
dimiliki anaknya itu cepat atau lambat pasti akan segera menghilang.
“Yeon Joo-ya! Sehun-nie! Makan
malamnya sudah siap” teriak ibu Yeon Joo dari meja makan.
Mendengar teriakan ibunya, Yeon Joo
langsung bangkit dari kasurnya lalu melangkah menuju pintu kamar dan segera
membukannya. Bersamaan dengan itu, pintu yang berada disebelah kanannya juga
ikut terbuka, menampilkan sosok seorang pria yang begitu tampan dengan piyama
berwarna biru tua yang melekat pas ditubuh atletisnya, belum lagi rambut
hitamnya yang terlihat acak-acakan tak beraturan khas seseorang yang baru saja
bangun tidur. Yeon Joo yang melihat adiknya berpenampilan seperti itu hanya
bisa mendelik kesal. Sedangkan Sehun menatapnya dengan begitu intens.
“Wae?” ucap Yeon Joo sembari
mendongak dan mendekap tangannya didada.
“Noona, sepertinya saat ini kau
sedang datang bulan yah? Tampangmu begitu menyeramkan seperti macan yang sedang
kelaparan” balas sang adik dengan terkekeh dan langsung berlari menuju tangga.
“Mwo?! Ya, Oh Sehun! Aish, dia
benar-benar adik yang tidak tau diri” tanpa mau berlari mengejar Sehun, Yeon
Joo malah berjalan santai menuju meja makan.
Sesampainya dimeja makan, Yeon Joo
menarik kursi yang berada disamping Sehun dan menatapnya dengan ganas.
Sedangkan yang ditatap hanya melebarkan senyumnya sembari mengangkat jari
telunjuk dan tengah yang menunjukkan huruf V.
“Eomma, appa belum pulang?” Tanya
Yeon Joo melihat kursi kosong yang berada didepan Sehun.
“Tadi ditelepon ayahmu bilang dia
sedang dijalan, mungkin sebentar lagi sampai” jawab Hong joo sembari menarik
kursi yang berada dihadapan Yeon joo.
Sementara Yeon Joo hanya
menghembuskan napas lelah. Biasanya jika kepala keluarga -ayah Yeon Joo- belum
berada di meja makan, maka tidak ada satu anggota keluarga pun yang boleh mendahulunya
untuk makan. Dan saat Yeon Joo bertanya apa alasan ayahnya tersebut, ayahnya
itu malah menjawab “Yah…terserah Ayah”. Menyebalkan bukan? Kini dia tau dimana
Sehun mendapatkan sikap menyebalkannya itu.
“Eomma, apakah tidak ada cara untuk
menyembuhkan penyakitku ini?” tanya Yeon Joo.
“Bukan penyakit Yeon Joo-ya,
melainkan keistimewaan” koreksi ibu Yeon Joo.
“Itu sama saja eomma, sama-sama
membuatku terganggu” rengek Yeon joo.
“Cih, kau sama sekali tidak pantas
merengek seperti itu noona” timpal Sehun.
Mendengar perkataan Sehun yang seperti
itu, Yeon Joo menatap Sehun dengan tajam seakan berkata diamlah, sebelum aku benar-benar membunuhmu. Ditatap seperti itu Sehun pun langsung mengatup mulutnya
rapat-rapat.
“Bersabarlah sedikit lagi Yeon Joo-ya,
eomma yakin keistimewaanmu perlahan-lahan pasti akan menghilang” Hong Joo
berkata sambil menatap lembut Yeon Joo.
“Geurae. Tapi eomma, si bodoh yang
satu ini selalu mamanfaatkanku” tunjuk Yeon Joo kepada Sehun.
“Ya! noona, aku sama sekali tidak
bodoh. Dan apa kau bilang tadi, memanfaatkanmu? Wah… noona, sepertinya kau
tidak suka melihatku bahagia ” Balas Sehun dengan angkuhnya.
“Mwo? Kau itu bodoh. Lagi pula saat
ini kau berada di tingkat akhir SMA. Seharusnya kau itu belajar dengan
sungguh-sungguh, bukannya memanfaatkanku untuk…asdfghjkl” belum sempat Yeon Joo
menyelesaikan perkataannya, lengan Sehun telah lebih dahulu membungkam mulut
Yeon Joo.
Ibu Yeon Joo hanya terkekeh geli
melihat pertengkaran kedua anaknya tersebut. Tidak lama kemudian terdengar
suara pintu terbuka dan dibarengi dengan teriakan.
“Ayah pulang”
Mendengar suara teriakan Ayahnya
pulang, Ibu Yeon Joo segera melangkah menuju pintu untuk menyambut sang Ayah.
Sehun pun segera memalingkan wajahnya kearah sumber suara. Melihat lengan Sehun
yang mulai mengendur membungkam mulutnya, membuat Yeon Joo tanpa pikir panjang
menggigit lengan Sehun.
Sehun mengaduh kesakitan dan
memberikan tatapan tajam kepada sang kakak, Yeon Joo membalas tatapan Sehun
seakan mereka sedang berbicara lewat batin.
“Ya!
tanganku sakit” Sehun memberikan tatapan kesakitannya sembari mwnunjukkan
lengannya.
“Itu
semua salahmu” Yeon Joo membalas dengan tatapan santainya.
“Pokoknya
jangan sampai ayah dan ibu tahu masalah ini” Sehun menatap Yeon Joo serius.
“Itu
terserah padaku” Yeon Joo tatapan mengejeknya.
“Noona,
kalau sampai ayah dan ibu tahu aku akan…” Sehun memicingkan matanya dengan
mengintimidasi.
“Akan
apa?” Yeon Joo menengadahkan dagunya dengan menantang.
“Ah…
ani, ani tidak jadi” Sehun menggelengkan kepalanya.
Sehun memang selalu kalah dari
kakaknya itu. Sebenarnya ia bisa saja melawan, akan tetapi kalau itu dilakukan
sekarang, tamatlah sudah uang sakunya nanti. Jadi ia hanya bisa menghembuskan
napas pasrah. Sedangkan Yeon Joo malah menampilkan senyum kemenangannya, Sehun
tetaplah Sehun adik kecilnya yang penurut seperti anak anjing.
Makan malam akhirnya bisa
berlangsung dengan seru. Keluarga Yeon Joo memanglah bukan menganut keluarga
yang begitu serius dan menegangkan. Justru menurut mereka disaat makam malam
inilah semua rasa lelah bisa dihilangkan dengan berseda gurau, bukan malah
saling diam.
*****
“Hyung, lihatlah lirik lagu yang
baru saja aku buat” Jimin berujar sembari menunjukkan lirik lagu tersebut
kepada Suga yang sedang tertidur diatas sofa.
“ini yang kau sebut lirik? Huh!”
Suga hanya melihat lirik itu sekilas lalu melanjutkan tidurnya kembali.
“Aish, kau ini benar-benar yah.
Setidaknya berbohonglah sedikit bahwa lirik yang kubuat ini bagus” Jimin
mendengus dengan kesal, lalu ia memilih untuk melangkah menjauhi Suga untuk
berkonsenterasi melanjutkan lirik lagu tersebut.
Suga hanya membalas Jimin dengan
dehaman saja. Belum sempat Suga berada dialam mimpinya, suara dering telepon
yang berada disaku celananya memaksa ia untuk membuka mata kembali. Tanpa mau
melihat siapa nama yang tertera Suga langsung mengangkat telepon tersebut.
“Yeoboseyo?”
“Min
Yoon Gi, dimana kau? Bukankah seharusnya hari ini jadwalmu berada di studio?”
“Bisa kau atur ulang jadwalku? Aku
masih lelah dan saat ini, aku sedang ingin tidur”
“Aish,
baiklah kalau begitu. Aku memberimu libur sampai besok. Tapi ingat, lusa kau
harus menyetorkan lagu baru buatanmu arasseo?”
“Ne, arasseo PD-nim” Suga hanya
menjawab telepon sekenanya, dan memilih untuk melemparkan ponselnya begitu saja
diatas meja.
Jimin yang sedari tadi mendengar
percakapan mereka hanya bisa meringis, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan
terjadi bila ia yang bersikap seperti itu kepada bos nya sendiri.
“Daebak, kurasa hanya kau yang bisa
bersikap semenyebalkan itu kepada Bang PD-nim. Kalau itu aku, sudah pasti Bang
PD-nim langsung menendangku keluar dari agensi” decak kagum Jimin.
Merasa tidurnya selalu terganggu,
Suga memutuskan untuk bangkit dari sofa memakai jaket bomber berwarna army yang
sedari tadi tersampir ditangannya, mengambil ponselnya yang berada di atas
mejea, dan melangkah menuju pintu untuk keluar.
“Ya! hyung kau mau kemana?” teriak
Jimin.
“Pergi” Suga membalas teriakan jimin
singkat dan dengan cepat tubuhnya sudah tertelan oleh pintu.
“Aish, aku tahu dia akan pergi.
Maksud pertanyaanku tadi, dia akan pergi kemana” gumam Jimin kesal.
*****
Yeon Joo sedang duduk di atas
reruputan hijau sembari membidikkan kameranya kea rah pasangan di depan sana,
disekitarnya juga terdapat pohon bunga sakura yang sedang bermekaran indah.
Tidak heran bahwa banyak sekali pasangan yang memilih untuk berjalan-jalan
untuk sekedar memanjakan mata di sekitar jalan Yeouiso-ro daerah Yeouido.
“Lihatlah mereka berdua sungguh
menjijikan sekali. Bisa-bisanya adikku itu menjadi romantis seperti ini. Kalau
saja dia tidak menjanjikan sesuatu untukku, akan ku pastikan saat ini dia sudah
dihabisi oleh appa” Yeon Joo memberenggut dengan kesal.
Kemarin pagi-pagi sekali saat Yeon
Joo akan berangkat ke kota Changwon untuk memotret, Sehun datang menghampirinya
dan mengatakan bahwa ia akan menembak seorang gadis yang menjadi incarannya
selama ini, ia juga meminta agar Yeon Joo tidak mengatakan hal ini kepada kedua
orang tua mereka. Karena yang sudah Yeon joo katakan sebelumnya, adiknya saat
ini berada ditingkat akhir, dan kecil kemungkinannya Sehun akan dibolehkan
memiliki seorang kekasih.
Yeon Joo
sebenarnya tau Sehun mengatakan itu semata-mata bukan untuk meminta bantuannya
untuk nanti menyembunyikan hubungan mereka –itu kalau ia berhasil untuk
mendapatkan hati gadis tersebut- dan tau apa yang Sehun katakana selanjutnya.
“Noona, aku juga memerlukanmu untuk memeriksa apakah
hatiku bekerja atau tidak pada So Min. Karena bila nanti kita sudah tidak
bersama lagi, aku tahu bahwa ia akan tetap kembali padaku. Sekali pun ia berada
di belahan bumi lain”
Menyebalkan bukan? Itu sama saja Sehun memanfaatkan
dirinya. Bisa saja Yeon Joo menolak mentah-mentah permintaan Sehun itu, akan
tetapi Sehun sepertinya sudah memberikan persiapan untuk mengambil hati Yeon
Joo. Yaitu dengan memberikan sepuluh kupon makan tteokbokki sepuasnya di Hondae
Jopok Tteokbokki. Sekedar informasi bahwa Yeon Joo adalah pencinta makan, belum
lagi tteokbokki adalah makanan favoritnya.
Dengan terpaksa Yeon Joo menyetujui permintaan
Sehun. Tetapi ia sebenarnya juga penasaran bagaimana, Sehun bisa mendapatkan
kupon makan sebanyak itu. Yang Yeon Joo tahu, jika ingin mendapatkan kupon
makan gratis di Hongdae Jopok Tteokbokki ia harus makan minimal 3 ukuran besar
tteokbokki saat itu juga.
Dan disinilah akhirnya Yeon Joo terdampar. Duduk
seorang diri, mengambil gambar Sehun yang sedang bermesraan dengan So Min, dan
memasang telinganya dengan teliti apakah suara hati Sehun terdengar oleh Yeon
joo. Merasa tugasnya sudah selesai, Yeon Joo beranjak dari duduknya memilih
untuk berjalan-jalan sebentar untuk melihat Yeouido Spring Flower Festival.
Yeon Joo membidikan kameranya ke berbagai arah. Disisi
kiri jalan didirikan stand-stand dengan berbagai jenis makanan yang dijual, dan
tepat didepan stand-stand tersebut sedang berlangsung pertunjukkan tradisional
korea. Ada juga beberapa orang yang sedang menunjukkan kemampuannya bernyanyi.
Itu semua tidak luput dari bidikkan Yeon Joo.
Saat Yeon Joo akan membidik pasangan yang menurutnya
begitu lucu. Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang menyebut namanya.
“Oh
Yeon Joo, aku mencintaimu”
Dengan tersentak kaget, Yeon Joo langsung menjauhkan
wajahnya dari kamera, melihat ke sekeliling untuk menemukan suara tersebut.
Namun tanpa Yeon Joo sadari tangannya malah menekan tombol kamera yang entah
mengarah kemana.
“Suara itu, apa mungkin?” gumam Yeon Joo kepada
dirinya sendiri.
“Noona!” teriak Sehun sembari menghampiri Yeon Joo.
Mendengar teriakan adiknya itu, Yeon joo langsung tersadar
dari lamunannya, menggelengkan kepala mengatakan bahwa semua itu sungguh
mustahil.
“Aku dari tadi mencarimu kemana-mana, ternyata kau
disini”
“Urusanmu dengan So Min sudah selesai?” tanya Yeon
Joo.
“Ne, ayo pulang”
*****
Suga berjalan santai sembari
memasukkan kedua lengannya ke saku jaket. Sebenarnya saat ini ia sedang malas
untuk pergi keluar rumah, tetapi karena saat ini Jimin berada dirumahnya,
dengan terpaksa Suga harus mengorbankan jam tidurnya. Tidak ada salahnya juga
ia berada didaerah Yeouido, mungkin Suga bisa mendapatkan inspirasi untuk
lagunya nanti.
Sialnya, belum separuh ia berjalan
didaerah ini, banyak para gadis yang langsung menghampiri Suga untuk meminta
tanda tangannya. Suga sedikit heran, padahal ia bukanlah seorang idol seperti
Jimin, ia hanya seorang produser music yang bekerja untuk idol dibelakang
layar, tetapi mengapa banyak dari mereka yang menginginkan tanda tangannya atau
bahkan meminta foto.
Saat Suga mengatakan kepada Jimin
apa yang dialaminya selama ini, Jimin malah membalas “Karena kau Suga hyung,
memiliki visual seorang idol”. Suga sebenarnya tidak menampik bahwa banyak
orang yang mengatakn bahwa ia cocok untuk menjadi seorang idol. Akan tetapi
Suga lebih memilih untuk menjadi produser music saja, karena dengan begitu Suga
bisa menghasilkan berbagai macam karya tanpa harus dibatasi oleh apapun.
Setelah selesai meladeni para
gadis-gadis itu, Suga menghela napas lega dan segera melanjutkan perjalanannya.
Yeouido Spring Flower Festival begitu meriah membuat Suga bisa menyunggingkan
sedikit senyumnya, ia sudah lama sekali tidak melihat Festival di musim semi
karena kesibukannya.
Suga memperhatikan sekeliling,
begitu banyak orang yang berjalan bersama pasangannya disini. Suga hanya
menatap datar pasangan-pasangan tersebut, menurut Suga menjalin suatu hubungan
hanya untuk status sementara itu, benar-benar membuang waktu.
Namun seketika pandangan Suga
berhenti pada seorang gadis yang sedang memegang kamera, sesekali ia juga
membidikkan kamera tersebut ke arah depan. Sambil terus memperhatikan gadis
tersebut Suga bertanya-tanya, rasanya mustahil gadis seperti dia berjalan
seorang diri. Suga masih terus memperhatikan gadis tersebut, tanpa Suga sadari
bibirnya telah melengkung membentuk suatu senyuman tulus.
Tepat saat itu juga kamera gadis
tersebut mengarah dan tanpa sengaja membidik wajah Suga yang sedang tersenyum.
Suga tersentak kaget dengan apa yang barusan terjadi, dengan segera ia
mengalihkan pandangannya ke arah lain.
“Ck, gadis itu bodoh atau apa? Ia
memotret seseorang secara diam-diam tetapi Flash kameranya malah dinyalakan”
gumam Suga sembari terkekeh geli.
Suga sesekali melirik gadis itu.
Tidak berapa lama kemudian muncul seorang lelaki disamping gadis itu, memberi
senyum, merangkul pundaknya, dan kemudian pergi menjauh. Sudah ia duga gadis
seperti itu tidak mungkin pergi seorang diri ketempat seperti ini.
*****
“Wah…aku sama sekali tidak percaya
bahwa Sehun bisa seromantis ini?” tanya seorang gadis sambil berdecak kagum
melihat foto yang diambil oleh Yeon Joo.
“Aku pun begitu, padahal selama ini
dia cukup menyebalkan bukan?” Yeon Joo berucap sembari meringis
mengingat-ngingat tingkah Sehun kepadanya selama ini.
“Ani. Dia itu hanya bersikap
menyebalkan kepadamu saja Yeon Joo-ya”
“Ya! sekarang kau malah membela anak
itu? Aish… sahabat macam kau ini Eun Ra-ya”
Eun Ra hanya terkekeh geli melihat
ekspresi Yeon Joo saat ini. Di hari libur seperti ini biasanya Yeon joo
menyempatkan diri menghubungi Shin Eun Ra –sahabatnya sejak SMA- untuk sekedar
mengobrol atau melepas rindu. Walaupun mereka berdua tinggal dikota yang sama
akan tetapi, sekarang ini mereka mempunyai kesibukkan yang berbeda.
Yeon Joo yang sekarang ini bekerja
sebagai jurnalis disuatu situs online, sedangkan Eun Ra bekerja sebagai pembaca
berita di salah satu televisi swasta. Bahkan Sehun berkata bahwa dari segi
pekerjaan pun mereka begitu cocok, pantas saja selama ini mereka benar-benar
tidak bisa dipisahkan.
Eun Ra masih sibuk mengamati hasil
foto pada kamera Yeon joo. Memang kemampuan Yeon Joo dalam mengambil gambar
tidak bisa diragukan lagi. Pernah pada satu waktu Eun Ra mengusulkan Yeon Joo
untuk menjadi fotografer saja, akan tetapi langsung ditolak oleh Yeon Joo. Ia mengatakan
bahwa itu bukan fashionnya.
Pergerakan tangan Eun Ra berhenti,
saat ia melihat foto seseorang disana. Ia meneliti foto tersebut dan langsung
terpekik kaget.
“Ya! Yeon joo-ya kapan kau bertemu
dengan dia?” tanya Eun Ra dengan antusias.
“Dia?” Yeon Joo mengernyitkan
alisnya tanda tidak mengerti dia siapa yang Eun Ra maksud.
“Ne, dia lihatlah” Eun Ra
memperlihatkan foto tersebut kepada Yeon joo.
Yeon Joo melihat foto itu bdengan
seksama “Aku sama sekali tidak ingat pernah bertemu dengannya”
“Kau tidak berbohong padaku kan?”
Eun Ra memicingkan matanya menatap curiga Yeon Joo
“Ani, wae?
“Kau. Sama sekali tidak
mengenalinya?” Eun Ra menatap Yeon joo dengan tidak percaya.
“Memangnya dia itu siapa?”
“Aish Yeon Joo-ya sebenarnya kau ini
hidup di zaman seperti apa. Dia itu Min Yoon Gi salah satu produser musik
sekaligus pencipta lagu yang terkenal di Korea, bahkan mungkin sampai ke luar
negeri. Tetapi orang-orang lebih mengenal dia dengan sebutan Suga, alasannya
karena dia mempunyai kulit yang putih dan senyuman yang manis. Persis seperti
gula ” jelas Eun Ra dengan semangat.
“Biar ku tebak, kau pasti salah satu
pengagum dia kan?” tebak Yeon Joo.
Eun Ra mengangguk antusias “Kau
memang yang terbaik Yeon Joo-ya. Jadi, kalau kau bertemu dengannya lagi tolong
beritahu aku”
“Dasar, kemarin itu pertemuan yang
tidak disengaja. Jadi mana mungkin ada pertemuan selanjutnya” Yeon Joo terkekeh
geli. “Ngomong-ngomong Eun Ra-ya…” lanjut Yeon Joo sembari mengecilkan suaranya
.
“hmmm?” gumam Eun Ra yang masih
terfokus memandangi foto Suga.
“Sebenarnya kemarin, aku mendengar
bisikan seseorang yang menyatakan cintanya kepadaku”
“Mwo?! Kau tidak sedang berbohong
kepadaku kan Yeon Joo-ya” Eun Ra tersentak kaget, memicingkan matanya menatap Yeon Joo dengan
serius.
“Tidak mungkin aku ini berbohong”
Yaon Joo berbalik menatap Eun Ra dengan serius.
“Lalu siapa oragnya?”
“Kalau itu…aku tidak tau”
“Mwo?! Bagaimana bisa?’
“Ya! bisakah kau tidak usah
berteriak seperti itu”
“Mian” Eun Ra terkekeh dengan apa
yang barusan saja ia lakukan.
“Memang keadan kemarin bisa dibilang
cukup ramai, akan tetapi seramai apapun itu biasanya aku tidak sulit untuk
menemukan bisikan seseorang.” Jelas Yeon Joo.
“Wah… aku kira hasilnya akan sama. Aku
berharap kau bisa segera menemukan laki-laki itu”
Yeon Joo menghembuskan napasnya
dengan pasrah. “Aku harap juga begitu”
*****
Waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Yeon
Joo saat ini sedang berjalan untuk meniki lift, menuju kantornya yang berada di
lantai 5. Kemarin setelah pertemuannya dengan Eun Ra, Yeon Joo mendapatkan
panggilan dari ketua tim nya yang mengatakan bahwa ia harus datang lebih awal. Dikarenakan
ia mendapat tugas mewawancarai seseorang.
Setelah pintu lift terbuka, Yeon Joo langsung
melangkahkan kaki menuju kubikel ketua timnya. Yeon joo memperhatikan sekitar
kantornya itu, dan ternyata masih beberapa orang yang sudah mengisi kursi
mereka.
“Annyeong haseyo timjangnim” ucap
Yeon Joo seklaigus membungkukan sedikit tubuhnya tanda member hormat.
Mendengar ada seseorang yang
menyapanya, lelaki itu pun menghentikan pekerjaanya dan menatap sang lawan
bicara.
“Ah…annyeong hayeso Yeon Joo-ssi,
kau sudah datang rupanya” lelaki itu membalas dengan menganggukan kepalanya,
dan tersenyum ramah.
“Ne, Kang timjang”
Tae Ho memberikan suatu berkas ke
pada Yeon Joo “Didalam berkas itu, sudah terdapat biodata serta pertanyaan yang
nanti akan kau gunakan untuk wawancara. Jadi, kau hanya perlu mempelajarinya
saja Yeon Joo-ssi”
“Jinjja? Wah… kau memang yang terbaik
timjangnim. Kalau begitu aku permisi sekarang ne” pamit Yeon Joo.
“Baiklah, semoga kau berhasil Yeon
Joo-ssi. Hwaiting!” Tae Ho mengangkat kepalan tangannya tanda memberi semangat
kepada Yeon joo.
Kang Tae Ho merupakan ketua tim yang
sangat baik, itu terbukti dari sikapnya yang baik dan sabar dalam mengajarinya
berbagai macam hal. Tidak heran Kang Tae Ho menjadi incara para gadis-gadis di
kantor ini, akan tetapi Yeon joo sudah menganggap Tae Ho seperti kakak
kandungnya sendiri.
Setelah mempelajari berkas yang
diberikan oleh Kang Tae Ho, Yeon Joo beserta tim nya saat ini bergegas menuju
tempat wawancara di daerah Myeongdong. Yang Yeon Joo tahu, ia akan mewawancarai
seorang produser musik seklaigus pencipta lagu terkenal bernama Min Yoon Gi,
karena keikutsertaannya dalam pembuatan lagu untuk comeback idol grup BTS.
Yeon Joo beserta tim melangkah
memasuki rumah yang begitu megah, sampai-sampai tidak hentinya Yeon Joo
berdecak kagum atas interior rumah tersebut. Seorang wanita paruh baya membawa
mereka semua ke sebuah ruangan yang mana didalamnya terdapat beberapa sofa, dindingnya
dihiasi berbagai macam lukisan yang begitu indah.
Dengan cekatan timnya membereskan
barang-barang yang mereka perlukan untuk mewawancarai lelaki tersebut. Tidak lupa
Yeon Joo juga mempersiapkan diri menghafal beberapa bertanyaan yang sempat dibacanya.
Terdengar suara pintu ruangan dibuka,
munculah seorang lelaki yang memakai jas hitam dilengkapi dengan dasi hitam polkadot putih,
tidak lupa rambut hitamnya yang sedikit dikeriting dengan poni yang menutupi
dahinya tetapi dibagi menjadi dua. Menambah kesan cool yang lelaki itu berikan.
Suga melangkah mendekat menuju
tempat yang disediakan untuk wawancara. Betapa terkejutnya Suga melihat seorang
gadis yang beberapa hari tertangkap basah memotretnya, berdiri didepan sana
dengan senyum yang begitu manis, membuat Suga mau tidak mau menjadi sedikit
salah tingkah. Dengan cepat Suga menggelengkan kepalanya, menepis pikiran-pikiran
aneh itu.
“Annyeong haseyo Min Yoon Gi-ssi. Saya
adalah Oh Yeon Joo yang akan mewawancarai anda” Yeon Joo membungkukan sedikit
badannya.
“Annyeong haseyo Oh Yeon Joo-ssi,
bagaimana kalau kita mulai saja wawancaranya. Saya lebih senang jika anda
menyebut saya denga nama Suga” ujar Suga sembari tersenyum begitu manis.
“Ah…nde Suga-ssi” balas Yeon Joo.
Wawancara yang mereka berdua jalani,
berjalan begitu lancar. Yeon Joo pun menampilkan senyuman puas atas apa yang
telah dikerjakannya saat ini. Setelah selesai membereskan barang-barang meraka,
Yeon joo beserta tim nya segera pergi.
Namun secara tidak terduga, lengan
Yeon Joo ditarik oleh Suga. Membuat tubuhnya mau tidak mau berbalik menghadap
Suga, dan membuat kedua mata mereka bersinggungan. Mereka berdua sama-sama
terdiam, meneliti setiap jengkal wajah yang mereka lihat saat ini. secara tidak
langsung membuat jantung keduanya berdegup begitu kencang.
“Oh
Yeon Joo, aku mencintaimu”
Bisikan itu. Bisikan yang sempat
Yeon Joo dengar, dan kali ini ia juga kembali mendengar bisikan yang sama,
bahkan lebih jelas dari sebelumnya. Membuat Yeon Joo menatap Suga tidak
percaya, apa mungkin Suga itu…
Cinta
sejatinya?
TAMAT





